Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau mengenali
benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya.
berikut adalah bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya:
LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata
pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan
diperbesar dari lensa objektif
LENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek
yang di amati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di
perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan
perbesaran lensa objektif.
TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.
MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu
cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk
memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang
terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan
ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya
maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan
cahaya.
DIAFRAGMA, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.
PROSES PEMBENTUKAN TATA SURYA
Diposting oleh
Dauz biotekhno
di
22.57
Selasa, 01 November 2011
Inilah Cara Terbentuknya Tata Surya
Ilmuwan tak sepenuhnya tahu cara terbentuknya tata surya. Namun,
ini adalah penjelasan terbaik yang disetujui sebagian besar kaum
cendekia tersebut.

Awan molekul yang runtuh ke dalam dirinya sendiri dan membentuk tata surya sekitar 4,6 miliar tahun silam, menjadi penjelasan yang disetujui ilmuwan. Dalam penggambaran yang disebut model nebula ini, matahari menjadi yang pertama terbentuk kemudian dikelilingi cakram gas dan debu berputar-putar.
Cara Matahari terbentuk
Beberapa bukti, termasuk hasil studi 2010 oleh ilmuwan di lembaga Carnegie, menunjukkan adanya kontraksi yang didorong ledakan supernova terdekat. Menurut ‘From Suns to Life: A Chronological Approach to the History of Life on Earth’ (Springer, 2004), kekuatan lain seperti perbedaan kepadatan juga menyebabkan awan ini mulai runtuh.
Awalnya, gas yang terkumpul dalam pusat padat cakram berputar ini menciptakan Protosun. Tabrakan antara molekul memanaskan benda-benda lain dan akhirnya meningkatkan suhu hingga 10 juta derajat Celcius.
Tabrakan yang makin panas dan ganas ini memicu reaksi nuklir yang mengubah Protosun menjadi bintang. Menurut ‘From Suns to Life,’ proses ini memakan waktu sekitar 100 ribu tahun.

Awan molekul yang runtuh ke dalam dirinya sendiri dan membentuk tata surya sekitar 4,6 miliar tahun silam, menjadi penjelasan yang disetujui ilmuwan. Dalam penggambaran yang disebut model nebula ini, matahari menjadi yang pertama terbentuk kemudian dikelilingi cakram gas dan debu berputar-putar.
Cara Matahari terbentuk
Beberapa bukti, termasuk hasil studi 2010 oleh ilmuwan di lembaga Carnegie, menunjukkan adanya kontraksi yang didorong ledakan supernova terdekat. Menurut ‘From Suns to Life: A Chronological Approach to the History of Life on Earth’ (Springer, 2004), kekuatan lain seperti perbedaan kepadatan juga menyebabkan awan ini mulai runtuh.
Awalnya, gas yang terkumpul dalam pusat padat cakram berputar ini menciptakan Protosun. Tabrakan antara molekul memanaskan benda-benda lain dan akhirnya meningkatkan suhu hingga 10 juta derajat Celcius.
Tabrakan yang makin panas dan ganas ini memicu reaksi nuklir yang mengubah Protosun menjadi bintang. Menurut ‘From Suns to Life,’ proses ini memakan waktu sekitar 100 ribu tahun.
BIG BANG (LEDAKAN BESAR)
Diposting oleh
Dauz biotekhno
di
22.44
Selasa, 01 November 2011
TEORI BIG BANG
Alam
semesta ini berasal dari sebuah ledakan yang sangat dahsyat, ledakan
ini disebut Big Bang (Dentuman Besar). Dahulu ilmu yang mempelajari
asal-usul alam semsta disebut Kosmogoni. Namun dewasa ini, Kosmogoni
telah diperluas, tidak hanya mempelajari tentang asal-usul alam semesta
dan evolusinya tetapi juga meliputi isi alam semesta dan organisasinya
sehingga disebut Kosmologi.
Ø Menurut prinsip Kosmologi modern, dasar terbentuknya alam semesta dapat dikelompokkan ke dalam tiga teori :
1. Teori Keadaan Tetap
“Alam semsta sama di manapun atau bilamanapun atau dengan kata lain alam semesta sama di mana-mana setiap saat.”
Hipotesis ini disebut Kosmologi Keadaan Tetap (Steady-State Cosmology). Namun teori ini tergoyahkan karena alam semesta cenderung mengembang dan tidak tetap.
2. Teori Osilasi
“Materi
alam semesta bergerak saling menjauhi kemudian akan berhenti, lalu akan
mengalami pemampatan demikian seterusnya secara periodik.”
Teori
ini mengemukakan bahwa alam semesta sekarang sedang mengembang karena
sebelumnya telah terjadi penyusutan. Dalam proses ini tidak ada materi
yang rusak atau hilang ataupun tercipta, hanya mampat atau merenggang.
ATMOSFER BUMI,LAPISAN DAN FUNGSINYA
Diposting oleh
Dauz biotekhno
di
22.40
Selasa, 01 November 2011
ATMOSFER BUMI
A. Pengertian Atmosfer Bumi
Bumi merupakan salah satu planet yang ada di tata surya yang memiliki
selubung yang berlapis-lapis. Selubung bumi tersebut berupa lapisan udara
yang sering disebut dengan atmosfer. Atmosfer terdiri atas bermacam-macam
unsur gas dan di dalamnya terjadi proses pembentukan dan perubahan cuaca
dan iklim. Atmosfer melindungi manusia dari sinar matahari yang berlebihan
dan meteor-meteor yang ada. Adanya atmosfer bumi memperkecil perbedaan
temperatur siang dan malam. Gejala yang terjadi di atmosfer sangat banyak
dan beragam. Pada lapisan bawah angin berhembus, angin terbentuk, hujan
dan salju jatuh, dan terjadilah musim panas dan musim dingin. Semua ini
merupakan gejala yang lazim terjadi yang sering disebut cuaca.
Atmosfer bumi merupakan selubung gas yang menyelimuti permukaan
padat dan cair pada bumi. Selubung ini membentang ke atas sejauh beratusratus
kilometer, dan akhirnya bertemu dengan medium antar planet yang
berkerapatan rendah dalam sistem tata surya. Atmosfer terdapat dari
ketinggian 0 km di atas permukaan tanah sampai dengan sekitar 560 km dari
atas permukaan bumi.
B. Lapisan Atmosfer Bumi
1. Troposfer
Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yaitu pada
ketinggian 0 - 18 km di atas permukaan bumi. Tebal lapisan troposfer ratarata
± 10 km. Di daerah khatulistiwa, ketinggian lapisan troposfer sekitar
16 km dengan temperatur rata-rata 80°C. Daerah sedang ketinggian
lapisan troposfer sekitar 11 km dengan temperatur rata-rata 54°C,
sedangkan di daerah kutub ketinggiannya sekitar 8 km dengan temperatur
rata-rata 46°C. Lapisan troposfer ini pengaruhnya sangat besar sekali
terhadap kehidupan mahkluk hidup di muka bumi. Lapisan ini selain
terjadi peristiwa-peristiwa seperti cuaca dan iklim, juga terdapat kira-kira
80% dari seluruh massa gas yang terkandung dalam atmosfer terdapat
pada lapisan ini. Ciri khas yang terjadi pada lapisan troposfer adalah suhu
(temperatur) udara menurun sesuai dengan perubahan ketinggian, yaitu
setiap naik 100 meter dari permukaan bumi, suhu (temperatur) udara
menurun sebesar ± 0,5°C. Lapisan troposfer paling atas, yaitu tropopause
yang menjadi batas antara troposfer dan stratosfer. Suhu (temperatur)
udara di lapisan ini relatif konstan atau tetap, walaupan ada pertambahan
ketinggian, yaitu berkisar antara -55°C sampai -60°C. Ketebalan lapisan
tropopause ± 2 km.
Pada lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang
mendadak, angin, tekanan dan kelembaban udara yang kita rasakan seharihari
terjadi.
Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari
troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari
dan menyalurkan panasnya ke udara. Pada troposfer ini terdapat gas-gas
rumah kaca yang menyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global.
Troposfer terdiri atas:
a. Lapisan planetair : 0-1 km
b. Lapisan konveksi : 1-8 km
c. Lapisan tropopause : 8-12 km.
Tropopause merupakan lapisan pembatas antara lapisan troposfer dengan
stratosfer yang temperatunya relatif konstan. Pada lapisan tropopause
kegiatan udara secara vertikal terhenti.
2. Stratosfer
Lapisan kedua dari atmosfer adalah stratosfer. Stratosfer terletak pada
ketinggian antara 18 - 49 km dari permukaan bumi. Lapisan ini ditandai
dengan adanya proses inversi suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi
seiring dengan kenaikan ketinggian dari permukaan bumi. Kenaikan suhu
udara berdasarkan ketinggian mulai terhenti, yaitu pada puncak lapisan
stratosfer yang disebut stratopause dengan suhu udara sekitar 0°C.
Stratopause adalah lapisan batas antara stratosfer dengan mesosfer.
Lapisan ini terletak pada ketinggian sekitar 50 - 60 km dari permukaan
bumi. Stratosfer terdiri atas tiga lapisan yaitu, lapisan isotermis, lapisan
panas dan lapisan campuran teratas.
Umumnya suhu (temperatur) udara pada lapisan stratosfer sampai
ketinggian 20 km tetap. Lapisan ini disebut dengan lapisan isotermis.
Lapisan isotermis merupakan lapisan paling bawah dari stratosfer. Setelah
lapisan isotermis, berikutnya terjadi peningkatan suhu (temperatur) hingga
ketinggian ± 45 km. Kenaikan temperatur pada lapisan ini disebabkan oleh
adanya lapisan ozon yang menyerap sinar ultra violet yang dipancarkan
sinar matahari. lapisan stratosfer ini tidak ada lagi uap air, awan ataupun
debu atmosfer, dan biasanya pesawat-pesawat yang menggunakan mesin
jet terbang pada lapisan ini. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari
gangguan cuaca.
Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari
ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah
relatif stabil dan sangat dingin yaitu - 70°F atau sekitar - 57°C. Pada
lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang
tertentu. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling
bawah, namun tidak ada pola cuaca yang cukup signifikan.
Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi
semakin bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan
konsentrasi ozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar
ultra ungu. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18°C pada
ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer
dengan lapisan berikutnya.
Ozon adalah hasil reaksi antara oksigen dengan sinar ultraviolet dari
matahari. Ozon di udara berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet dari
matahari pada tingkat yang aman untuk kesehatan. Ozon berwarna biru
pucat yang terbentuk dari tiga atom oksigen (O
3
). Ozon adalah gas yang
tidak berwarna dan dapat ditemukan di lapisan stratosfer yaitu lapisan
awan yang terletak antara 15 hingga 35 km dari permukaan bumi.
Lapisan ozon sangat penting karena ozon menyerap radiasi ultra violet
(UV) dari matahari untuk melindungi radiasi yang tinggi sampai ke
permukaan bumi. Radiasi dalam bentuk UV spektrum mempunyai jarak
gelombang yang lebih pendek daripada cahaya. Radiasi UV dengan jarak
gelombang adalah di antara 280 hingga 315 nanometer yang dikenali UVB
dan ia merusak hampir semua kehidupan. Adanya penyerapan radiasi
UV-B sebelum sinar UV sampai ke permukaan bumi, lapisan ozon
melindungi bumi dari efek radiasi yang merusak kehidupan.
A. Pengertian Atmosfer Bumi
Bumi merupakan salah satu planet yang ada di tata surya yang memiliki
selubung yang berlapis-lapis. Selubung bumi tersebut berupa lapisan udara
yang sering disebut dengan atmosfer. Atmosfer terdiri atas bermacam-macam
unsur gas dan di dalamnya terjadi proses pembentukan dan perubahan cuaca
dan iklim. Atmosfer melindungi manusia dari sinar matahari yang berlebihan
dan meteor-meteor yang ada. Adanya atmosfer bumi memperkecil perbedaan
temperatur siang dan malam. Gejala yang terjadi di atmosfer sangat banyak
dan beragam. Pada lapisan bawah angin berhembus, angin terbentuk, hujan
dan salju jatuh, dan terjadilah musim panas dan musim dingin. Semua ini
merupakan gejala yang lazim terjadi yang sering disebut cuaca.
Atmosfer bumi merupakan selubung gas yang menyelimuti permukaan
padat dan cair pada bumi. Selubung ini membentang ke atas sejauh beratusratus
kilometer, dan akhirnya bertemu dengan medium antar planet yang
berkerapatan rendah dalam sistem tata surya. Atmosfer terdapat dari
ketinggian 0 km di atas permukaan tanah sampai dengan sekitar 560 km dari
atas permukaan bumi.
B. Lapisan Atmosfer Bumi
1. Troposfer
Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yaitu pada
ketinggian 0 - 18 km di atas permukaan bumi. Tebal lapisan troposfer ratarata
± 10 km. Di daerah khatulistiwa, ketinggian lapisan troposfer sekitar
16 km dengan temperatur rata-rata 80°C. Daerah sedang ketinggian
lapisan troposfer sekitar 11 km dengan temperatur rata-rata 54°C,
sedangkan di daerah kutub ketinggiannya sekitar 8 km dengan temperatur
rata-rata 46°C. Lapisan troposfer ini pengaruhnya sangat besar sekali
terhadap kehidupan mahkluk hidup di muka bumi. Lapisan ini selain
terjadi peristiwa-peristiwa seperti cuaca dan iklim, juga terdapat kira-kira
80% dari seluruh massa gas yang terkandung dalam atmosfer terdapat
pada lapisan ini. Ciri khas yang terjadi pada lapisan troposfer adalah suhu
(temperatur) udara menurun sesuai dengan perubahan ketinggian, yaitu
setiap naik 100 meter dari permukaan bumi, suhu (temperatur) udara
menurun sebesar ± 0,5°C. Lapisan troposfer paling atas, yaitu tropopause
yang menjadi batas antara troposfer dan stratosfer. Suhu (temperatur)
udara di lapisan ini relatif konstan atau tetap, walaupan ada pertambahan
ketinggian, yaitu berkisar antara -55°C sampai -60°C. Ketebalan lapisan
tropopause ± 2 km.
Pada lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang
mendadak, angin, tekanan dan kelembaban udara yang kita rasakan seharihari
terjadi.
Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari
troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari
dan menyalurkan panasnya ke udara. Pada troposfer ini terdapat gas-gas
rumah kaca yang menyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global.
Troposfer terdiri atas:
a. Lapisan planetair : 0-1 km
b. Lapisan konveksi : 1-8 km
c. Lapisan tropopause : 8-12 km.
Tropopause merupakan lapisan pembatas antara lapisan troposfer dengan
stratosfer yang temperatunya relatif konstan. Pada lapisan tropopause
kegiatan udara secara vertikal terhenti.
2. Stratosfer
Lapisan kedua dari atmosfer adalah stratosfer. Stratosfer terletak pada
ketinggian antara 18 - 49 km dari permukaan bumi. Lapisan ini ditandai
dengan adanya proses inversi suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi
seiring dengan kenaikan ketinggian dari permukaan bumi. Kenaikan suhu
udara berdasarkan ketinggian mulai terhenti, yaitu pada puncak lapisan
stratosfer yang disebut stratopause dengan suhu udara sekitar 0°C.
Stratopause adalah lapisan batas antara stratosfer dengan mesosfer.
Lapisan ini terletak pada ketinggian sekitar 50 - 60 km dari permukaan
bumi. Stratosfer terdiri atas tiga lapisan yaitu, lapisan isotermis, lapisan
panas dan lapisan campuran teratas.
Umumnya suhu (temperatur) udara pada lapisan stratosfer sampai
ketinggian 20 km tetap. Lapisan ini disebut dengan lapisan isotermis.
Lapisan isotermis merupakan lapisan paling bawah dari stratosfer. Setelah
lapisan isotermis, berikutnya terjadi peningkatan suhu (temperatur) hingga
ketinggian ± 45 km. Kenaikan temperatur pada lapisan ini disebabkan oleh
adanya lapisan ozon yang menyerap sinar ultra violet yang dipancarkan
sinar matahari. lapisan stratosfer ini tidak ada lagi uap air, awan ataupun
debu atmosfer, dan biasanya pesawat-pesawat yang menggunakan mesin
jet terbang pada lapisan ini. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari
gangguan cuaca.
Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari
ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah
relatif stabil dan sangat dingin yaitu - 70°F atau sekitar - 57°C. Pada
lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang
tertentu. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling
bawah, namun tidak ada pola cuaca yang cukup signifikan.
Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi
semakin bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan
konsentrasi ozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar
ultra ungu. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18°C pada
ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer
dengan lapisan berikutnya.
Ozon adalah hasil reaksi antara oksigen dengan sinar ultraviolet dari
matahari. Ozon di udara berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet dari
matahari pada tingkat yang aman untuk kesehatan. Ozon berwarna biru
pucat yang terbentuk dari tiga atom oksigen (O
3
). Ozon adalah gas yang
tidak berwarna dan dapat ditemukan di lapisan stratosfer yaitu lapisan
awan yang terletak antara 15 hingga 35 km dari permukaan bumi.
Lapisan ozon sangat penting karena ozon menyerap radiasi ultra violet
(UV) dari matahari untuk melindungi radiasi yang tinggi sampai ke
permukaan bumi. Radiasi dalam bentuk UV spektrum mempunyai jarak
gelombang yang lebih pendek daripada cahaya. Radiasi UV dengan jarak
gelombang adalah di antara 280 hingga 315 nanometer yang dikenali UVB
dan ia merusak hampir semua kehidupan. Adanya penyerapan radiasi
UV-B sebelum sinar UV sampai ke permukaan bumi, lapisan ozon
melindungi bumi dari efek radiasi yang merusak kehidupan.
MENGONTROL EJAKULASI DAN KUAT ONANI DGN LATIHAN KEGEL
Diposting oleh
Dauz biotekhno
di
05.23
Jumat, 14 Oktober 2011
latihan kegel untuk pria agar bisa kontrol ejakulasi dan kuat onani
Kapanlagi.com - Sebuah pertanyaan yang banyak diutarakan seorang pria yaitu, “Bagaimana saya bisa mengontrol diri agar tidak terlalu cepat ejakulasi?" Jawabannya cukup sederhana – memang tidak sesederhana itu, karena masih ada jalan untuk mengatasinya.
Anda dapat melakukannya saat Anda sedang duduk atau sedang bekerja dihadapan pengawasan. Otot PC
Baik wanita atau pria harus memiliki sebuah otot PC (pubococcygeus), untuk melindungi pinggul saat berada di lantai. Anda harus tetap menjaga otot-otot tersebut tetap dalam posisi puncak sehingga Anda bisa memaksimalkan pengalaman seks Anda.
Berikutnya pergilah ke kamar kecil dan mulailah buang air kecil dan cobalah untuk berhenti buang air kecil di tengah-tengah, bisakah Anda melakukan hal tersebut? Jika Anda tak bisa melakukannya cobalah untuk membiasakan hal tersebut untuk mempertahankan kesehatan Mr P.
Percobaan lainnya, saat Anda mengalami ejakulasi bisakah Anda menekan otot-otot PC Anda dan membuat Mr. P Anda bangun. Jika Anda tidak bisa melakukannya, berarti Anda membutuhkan latihan seks setiap hari, lebih dari yang Anda perkirakan.

ASAL USUL MANUSIA
Diposting oleh
Dauz biotekhno
di
05.12
Jumat, 14 Oktober 2011
Asal Usul Manusia (1)
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para
malaikat : Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat
kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku
telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh
(ciptaan)-ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud" (QS. Al Hijr
(15) : 28-29)
Muqadimah
Diantara sekian banyak
penemuan manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian
canggih, masih ada satu permasalahan yang hingga kini belum mampu dijawab dan
dijabarkan oleh manusia secara eksak dan ilmiah. Masalah itu ialah masalah
tentang asal usul kejadian manusia. Banyak ahli ilmu pengetahuan mendukung
teori evolusi yang mengatakan bahwa makhluk hidup (manusia) berasal dari
makhluk yang mempunyai bentuk maupun kemampuan yang sederhana kemudian
mengalami evolusi dan kemudian menjadi manusia seperti sekarang ini. Hal ini
diperkuat dengan adanya penemuan-penemuan ilmiah berupa fosil seperti jenis Pitheccanthropus
dan Meghanthropus.
Di lain puhak banyak
ahli agama yang menentang adanya proses evolusi manusia tersebut. Hal ini
didasarkan pada berita-berita dan informasi-informasi yang terdapat pada kitab
suci masing-masing agama yang mengatakan bahwa Adam adalah manusia pertama.
Yang menjadi pertanyaan adalah termasuk dalam golongan manakah Adam ? Apakah
golongan fosil yang ditemukan tadi atau golongan yang lain ? Lalu bagaimanakah
keterkaitannya ?
Asal Usul Manusia menurut Islam
Kita sebagai umat yang mengakui
dan meyakini rukun iman yang enam, maka sudah sepantasnya kita mengakui bahwa
Al Qur’an adalah satu-satunya literatur yang paling benar dan bersifat global
bagi ilmu pengetahuan.
"Kitab (Al Qur’an) in tidak ada
keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang
beriman kepada yang ghaib....." (QS. Al Baqarah (2) : 2-3)
Dengan memperhatikan
ayat tersebut maka kita seharusnya tidak perlu berkecil hati menghadapi
orang-orang yang menyangkal kebenaran keterangan mengenai asal usul manusia.
Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki unsur utama yang dijelaskan dalam Al
Qur’an yaitu Iman kepada yang Ghaib. Ini sebenarnya tampak pula dalam
pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh mereka dalam menguraikan masalah
tersebut yaitu selalu diawali dengan kata kemungkinan, diperkirakan,
dsb. Jadi sebenarnya para ilmuwanpun ragu-ragu dengan apa yang mereka nyatakan.
Tahapan kejadian manusia :
a) Proses Kejadian Manusia Pertama
(Adam)
Di dalam Al Qur’an
dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian
dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka
oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan
oleh Allah di dalam firman-Nya :
"Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan
sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah". (QS. As
Sajdah (32) : 7)
"Dan sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur
hitam yang diberi bentuk". (QS. Al Hijr (15) : 26)
Disamping itu Allah juga
menjelaskan secara rinci tentang penciptaan manusia pertama itu dalah surat Al Hijr ayat 28 dan
29 . Di dalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda :
"Sesunguhnya manusia itu berasal dari
Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah". (HR. Bukhari)
b) Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti
Hawa)
Pada dasarnya segala
sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan
berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak
menciptakan lawanjenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri). Hal ini
dijelaskan oleh Allah dalam salah sati firman-Nya :
"Maha Suci Tuhan yang telah
menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh
bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" (QS.
Yaasiin (36) : 36)
Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan
di dalam surat
An Nisaa’ ayat 1 yaitu :
"Hai sekalian manusia, bertaqwalah
kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya
Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan
laki-laki dan perempuan yang sangat banyak..." (QS. An Nisaa’ (4) : 1)
Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan
Muslim dijelaskan :
"Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan
dari tulang rusuk Adam" (HR. Bukhari-Muslim)
Apabila kita amati
proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tak langsung hubungan manusia
laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk menyatukan
kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang
lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan
generasinya.
c) Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua
keturunan Adam dan Hawa)
Kejadian manusia ketiga
adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam
proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula
ditinjau secara medis.
Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis
dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :
"Dan sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami
jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami
jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang,
lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia
makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling
Baik." (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14).
Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda :
"Telah bersabda Rasulullah SAW dan
dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang diantara kamu
dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama
empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan
segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong
daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya
(untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal
(umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya)." (HR. Bukhari-Muslim)
Ungkapan ilmiah dari Al
Qur’an dan Hadits 15 abad silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli
biologi untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad manusia. Selanjutnya
yang dimaksud di dalam Al Qur’an dengan "saripati berasal dari tanah"
sebagai substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan
yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah. Yang kemudian melalui
proses metabolisme yang ada di dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon
(sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah
pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam rahim.
Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna (seperti
dijelaskan dalam ayat diatas).
Para ahli dari barat
baru menemukan masalah pertumbuhan embrio secara bertahap pada tahun 1940 dan
baru dibuktikan pada tahun 1955, tetapi dalam Al Qur’an dan Hadits yang
diturunkan 15 abad lalu hal ini sudah tercantum. Ini sangat mengagumkan bagi
salah seorang embriolog terkemuka dari Amerika yaitu Prof. Dr. Keith Moore,
beliau mengatakan : "Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan Al
Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 M itu".
Selain iti beliau juga
mengatakan, "Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits banyak mengilhami para scientist
(ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali
dengan sel tunggal (zygote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina)
dibuahi oleh sperma (sel kelamin jantan). Kesemuanya itu belum diketahui oleh
Spalanzani sampai dengan eksperimennya pada abad ke-18, demikian pula ide
tentang perkembangan yang dihasilkan dari perencanaan genetik dari kromosom zygote
belum ditemukan sampai akhir abad ke-19. Tetapi jauh ebelumnya Al Qur’an telah
menegaskan dari nutfah Dia (Allah) menciptakannya dan kemudian (hadits
menjelaskan bahwa Allah) menentukan sifat-sifat dan nasibnya."
Sebagai bukti yang
konkrit di dalam penelitian ilmu genetika (janin) bahwa selama embriyo berada
di dalam kandungan ada tiga selubung yang menutupinya yaitu dinding abdomen
(perut) ibu, dinding uterus (rahim), dan lapisan tipis amichirionic (kegelapan
di dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang
menutup/membungkus anak dalam rahim). Hal ini ternyata sangat cocok dengan apa
yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Qur’an :
"...Dia menjadikan kamu dalam perut
ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (kegelapan dalam perut,
kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam
rahim)..." (QS. Az Zumar (39) : 6).
Khatimah
Dari uraian diatas jelas tampak bahwa pernyataan dalam surat Al Baqarah ayat 2
-3 tersebut diatas benar adanya dalam hal ini dapat dibuktikan secara ilmiah
terutama dalam kaitannya dengan asal-usul kejadian manusia. (Bersambung)
(Oleh : Fajar Adi Kusumo)
"Sesungguhnya manusia itu
(berasal) dari Adam. Dan Adam itu (diciptakan) dari tanah" (HR. Bukhari)
Pada edisi yang lalu telah
diuraikan tentang proses kejadian manusia pertama (Adam), manusia kedua (Siti
Hawa), dan proses kejadian manusia keturunan Adam dan Hawa selain Nabi Isa a.s.
Lalu bagaimanakah proses
kejadian Nabi Isa a.s ? Dan bagaimana pula keterkaitan informasi dari Al Qur’an
dengan bukti-bukti ilmiah tentang asal-usul manusia dan sanggahan adanya teori
evolusi yang dikemukakan oleh Darwin
?
Proses kejadian Nabi Isa a.s
Seperti telah kita ketahui
bersama, nabi Isa a.s diciptakan oleh Allah dengan proses yang agak berbeda
dengan kejadian manusia biasa. Penciptaan nabi Isa ini tidak melalui pembauran
antara sel telur (ovum) dengan sel sperma, namun proses kehidupan embriyonya di
dalam rahim berjalan normal seperti biasa, yaitu kelahiran nabi Isa a.s dari
seorang wanita yang bernama Siti Maryam. Proses kejadian Nabi Isa a.s ini
secara lengkap dijelaskan oleh Allah di dalam Surat Maryam (19) ayat 16 s/d 40.
Di dalam Al Qur’an Allah
berfirman :
"Sesungguhnya
misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti penciptaan Adam. Allah
menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya : ‘Jadilah’
(seorang manusia) maka jadilah dia" (QS. Al Imran (3) : 59)
Ayat ini memberi gambaran
kepada manusia bahwa Allah Maha Kuasa menciptakan segala sesuatu baik yang dapat
diterima oleh akal maupun tidak akibat dari keterbatasan akal manusia. Hal ini
juga dijelaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :
"Jibril berkata :
‘Demikianlah’. Tuhanmu berfirman : ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar
dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai ramat dari Kami;
dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan" (QS. Maryam (19) :
21)
Asal Usul manusia menurut teori
evolusi dan sanggahannya
Teori evolusi ini
dipelopori oleh seorang ahli zoologi bernama Charles Robert Darwin (1809-1882).
Dalam teorinya ia mengatakan : "Suatu
benda (bahan) mengalami perubahan dari yang tidak sempurna menuju kepada
kesempurnaan". Kemudian ia memperluas teorinya ini hingga
sampai kepada asal-usul manusia. Menurutnya manusia sekarang ini adalah hasil
yang paling sempurna dari perkembangan tersebut secara teratur oleh hukum-hukum
mekanik seperti halnya tumbuhan dan hewan. Kemudian lahirlah suatu
ajaran(pengertian) bahwa manusia yang ada sekarang ini merupakan hasil evolusi
dari kera-kera besar (manusia kera berjalan tegak) selama bertahun-tahun dan
telah mencapai bentuk yang paling sempurna.
Tetapi dalam hal ini Darwin sendiri
kebingungan karena ada beberapa jenis tumbuhan yang tidak mengalami evolusi dan
tetap dalam keadaan seperti semula. Walaupun pernyataan Darwin dalam bukunya yang berjudul "The
Origin of Species" dapat dikatakan sukses besar karena membahas masalah
yang menyangkut asal usul manusia, namun hal ini hanyalah bersifat dugaan
belaka.
Hal ini diantaranya
merupakan kelemahan teori yang dikemukakan oleh Darwin. Tidak ada titik temu antara teori
yang ada dengan kenyataan. Sebagai contoh, para ahli zoologi sangat akrab
dengan suatu species yang bernama panchronic
yang tetap sama sepanjang masa. Juga ganggang biru yang diperkirakan telah ada
lebih dari satu milyar tahun namun hingga sekarang tetap sama. Yang lebih jelas
lagi adalah hewan sejenis biawak/komodo yang telah ada sejak berjuta-juta tahun
yang lalu dan hingga kini tetap ada.
Di dalam teorinya Darwin berpendapat bahwa
manusia berasal dari perkembangan makhluk sejenis kera yang sederhana kemudian
berkembang menjadi hewan kera tingkat tinggi sampai akhirnya menjadi manusia.
Makhluk yang tertua yang ditemukan dengan bentuk mirip manusia adalah
Australopithecus yang diperkirakan umurnya antara 350.000 - 1.000.000 tahun
dengan ukuran otak sekitar 450 - 1450 cm3. Perkembangan dengan perubahan volume
otak ini besar pengaruhnya bagi kecerdasan otak manusia. Australopithecus yang
mempunyai volume otak rata-rata 450 cm3 berevolusi menjadi manusia kera (Neandertal)
yang mempunyai volume otak 1450 cm3. Dari penelitian ini diperkirakan dalam waktu
antara 400.000-500.000 tahun volume otak itu bertambah 1000 cm3. Tetapi
anehnya perkembangan dari Neandertal ke manusia modern sekarang ini selama ±
100.000 tahun volume otaknya tidak berkembang. Teori ini tidak mengemukakan
alasannya.
Jadi secara jujur dapat
kita katakan bahwa teori yang dianggap ilmiah itu ternyata tidak mutlak karena
antara teori dengan kenyataan tidak dapat dibuktikan.
Perpaduan Al Qur’an dengan hasil
penelitian ilmiah tentang asal-usul manusia pertama
Terwujudnya alam semesta
ini berikut segala isinya diciptakan oleh Allah dalam waktu enam masa. hal ini
sesuai dengan firman Allah :
"Yang menciptakan
langit dan bumi dan apa yang ada iantara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia
bersemayam diatas Arsy (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah itu kepada
Yang Maha Mengetahui." (QS. Al Furqaan (25) : 59)
Keenam masa itu adalah
Azoikum, Ercheozoikum, Protovozoikum, Palaeozoikum, Mesozoikum, dan Cenozoikum.
Dari penelitian para ahli, setiap periode menunjukkan perubahan dan
perkembangan yang bertahap menurut susunan organisme yang sesuai dengan ukuran
dan kadarnya masing-masing. (tidak berevolusi).
"...dan Dia telah
menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan
serapi-rapinya" (QS. Al Furqaan (25) : 2)
Dari perpaduan antara Al
Qur’an dengan hasil penelitian ini maka teori evolusi Darwin tidak dapat diterima. Dari penelitian
membuktikan bahwa kurun akhir (cenozoikum) adalah masa dimana mulai muncul
manusia yang berbudaya dan Allah menciptakan lima kurun sebelumnya lengkap dengan segala
isinya adalah untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh manusia. Hal ini
dijelaskan oleh Allah di dalam salah satu firman-Nya :
"Dia-lah Allah,
yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak
(menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui
atas segala sesuatu" (QS Al Baqarah (2) : 29)
Kemudian di dalam surat Al Baqarah ayat 31
s/d 32 Allah berfirman :
"Dan Dia
mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian
mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman : ‘Sebutlah kepada-Ku nama
benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!’. Mereka menjawab :
‘Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain daripada apa yang telah
Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi
Maha Bijaksana (QS. Al Baqarah (2) : 31-32)
Untuk memelihara kelebihan
ilmu yang dimiliki oleh Adam a.s maka Allah berkenan menurunkan kepada semua
keturunannya agar derajat mereka lebih tinggi daripada makhluk yang lain.
Apabila kita menilik kepada literatur-literatur yang berkaitan dengan masalah
antropologi, maka akan tampak sekali keragu-raguan dari para ahli antropologi
sendiri, apakah Homo Sapiens itu benar-benar berasal dari Pithecanthropus dan
Sinanthropus ? Setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya para ahli
mengambil kesimpulan bahwa Pithecanthropus dan Sinanthropus bukanlah asal
(nenek moyang) dari Homo Sapiens (manusia), tetapi keduanya adalah makhluk yang
berkembang dengan bentuk pendahuluan yang mirip dengan manusia kemudian musnah.
"Ingatlah ketika
Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat : ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang
khalifah di muka bumi’. Mereka berkata : ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan
(khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan
menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan
mensucikan Engkau?’. Tuhan berfirman : ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang
tdak kamu ketahui’."(QS. Al Baqarah (2) : 30)
Dari ayat ini banyak
mengandung pertanyaan, siapakah makhluk yang berbuat kerusakan yang dimaksud
oleh malaikat pada ayat diatas. Dalam literatur Antropologi memang ada
jawabannya yaitu sebelum manusia Homo Sapiens (manusia berbudaya) memang ada
makhluk yang mirip dengan manusia yang disebut Pthecanthropus, Sinanthropus,
Neanderthal, dan sebagainya yang tentu saja karena mereka tidak berbudaya maka
mereka selalu berbuat kerusakan seperti yang dilihat para malaikat.
Nama-nama mkhluk yang
diungkapkan para ahli antropologi diatas dapat pula ditemui dalam pendapat para
ahli mufassirin. Salah satu diantaranya adalah Ibnu Jazir dalam kitab tafsir
Ibnu Katsir mengatakan : "Yang
dimaksud dengan makhluk sebelum Adam a.s diciptakan adalah Al Jan yang kerjanya
suka berbuat kerusuhan"
Dengan demikian dari
uraian diatas maka dapatlah disimpulkan bahwa Adam a.s adalah manusia pertama,
khalifah pertama dan Rasul (nabi) pertama. Hal ini sesuai dengan firman Allah :
"Dan tidak ada
suatu umatpun (manusia) melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan
(Nabi)" (QS. Fathir : 24)
"Tiap-tiap umat
mempunyai Rasul" (QS. Yunus : 47)
ASAL KEJADIAN MANUSIA
“APAKAH
Engkau akan menjadikan manusia yang akan melakukan kerosakan dan pertumpahan
darah di dalamnya, sedangkan kami sentiasa bertasbih dan menyucikan Engkau,”
demikian pertanyaan malaikat kepada Allah kerana terkejut dengan
pengisytiharan-Nya yang mahu menciptakan Adam dan keturunannya sebagai khalifah
di bumi.
Namun, selepas itu malaikat akur
keputusan itu.
Kemudian Adam diciptakan,
iaitu daripada tanah kering yang berasal daripada lumpur hitam. Daripada tanah,
Allah menjadikan Adam berperingkat, kemudian meniupkan roh ke tubuhnya.Akhirnya
sempurnalah kejadian Adam sebagai manusia, merangkumi otak, darah dan daging,
bebas bergerak dan bertindak mengikut kehendak dan akal fikiran.Apabila
penciptaan Adam sempurna, Allah memerintahkan semua malaikat sujud kepadanya
sebagai memulia dan menghormatinya.
Perkara ini dapat dilihat
melalui ayat 28 hingga 29 surah Yusuf, maksudnya: “Dan (ingatlah) ketika
Tuhan-Mu berfirman kepada malaikat; sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang
manusia daripada tanah liat kering, daripada lumpur hitam yang diberi bentuk.
Apabila Aku menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan kepadanya roh (ciptaan)
Ku, tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”Selepas itu Allah mengajarkan
kepada Adam segala nama, yang menjadi asas ilmu pengetahuan sebagai bekalan
hidup di bumi. Apabila Adam mendapat ilmu, Allah memperlihatkannya kepada
malaikat, dia memiliki darjat yang tinggi dari segi ilmu berbanding malaikat.
Lalu malaikat berkata: “Sungguh kami menyucikan Engkau wahai Tuhan kami, kerana
kami tidak mengetahui melainkan yang telah Engkau ajarkan kepada kami dan
Engkau Maha Mengetahui segalanya, Maha Bijaksana dalam segala urusan yang
Engkau ciptakan.”
Perkara ini dapat dilihat
melalui surah al-Baqarah, ayat 31 hingga 33. Semua malaikat akur dengan
perintah Allah dan sujud kepada Adam. Bagaimanapun, iblis dengan angkuh dan
sombong enggan berbuat demikian. Iblis memberikan jawapan kepada Allah kononnya
dia lebih mulia daripada Adam. Menurut iblis, dia diciptakan daripada api,
manakala Adam daripada tanah. Justeru, iblis menyangka dirinya lebih bermaruah
dan mempunyai kedudukan tinggi daripada Adam. Melihat gelagat iblis yang
bongkak itu, Allah melaknat iblis dan mengusirkannya dari syurga untuk
selama-lamanya.Hukuman itu menyebabkan iblis berdendam dengan Adam, lalu ia menyatakan
permohonan kepada Allah supaya dipanjangkan usia sehingga hari kiamat. Iblis
juga bersumpah untuk menyesatkan anak cucu Adam dari jalan yang benar, dengan
mendatangi mereka (manusia) dari setiap penjuru untuk mengawasi kelemahan dan
kecuaian mereka, sehingga mengheret ke lembah kesesatan dan derhaka kepada
Allah.
Permohonan itu dikabulkan,
namun Allah turut mengutuk iblis, melalui firmanNya: “Keluarlah kamu dari
syurga ini dengan keadaan yang hina, kamu tidak akan mendapat rahmat-Ku dan Aku
bersumpah akan memenuhi jahanam dengan kamu sekalian dan orang yang
mengikutimu.”
Selepas iblis diusir dari syurga, Adam tinggal keseorangan dan pada satu ketika dia terlena. Ketika itu, Jibril mencabut tulang rusuknya di sebelah kiri, dibentukkannya menjadi daging dan tulang, seterusnya terciptalah Hawa, sebagai isteri. Perkara ini dinyatakan dalam surah al-Nisa, ayat 1.
Adam dan Hawa tinggal di
syurga dengan segala kenikmatan. Namun, Allah melarang mereka dari mendekati
sejenis pokok sekali gus menegah memakan buahnya. Mereka diberi amaran, jika
melanggar larangan itu, mereka termasuk golongan yang zalim dan akan mendapat
balasan daripada Allah.Bagaimanapun, larangan itu tidak dipatuhi. Kemudian,
semua pakaian dan perhiasan di syurga yang dipakai mereka terlepas, dengan
tiada satu pun tertinggal, melainkan mahkota.Sambil menangis, Adam menoleh
kepada Hawa, lalu berkata: “Persiapkanlah dirimu untuk keluar dari sisi Allah.
Inilah permulaan munculnya maksiat.”
Hawa menjawab: “Wahai
Adam! Aku tidak pernah menyangka ada makhluk berani bersumpah palsu kepada
Allah.”Di syurga Adam sentiasa berlari kerana malu kepada Allah, sehingga Adam
mengira azab Allah dipercepatkan, lalu dia menundukkan kepala dan berkata:
“Ampun! Ampun.”Lalu Allah berfirman: “Wahai Adam, adakah kamu melarikan diri
dari-Ku?” Adam menjawab: “Tidak, tetapi aku malu kepada Engkau wahai Tuhan!”Kemudian
Allah mewahyukan kepada dua malaikat, supaya mengeluarkan Adam dan Hawa dari
sisi-Nya, kerana telah menderhakai-Nya. Tanpa berlengah, Jibril melepaskan mahkota
di kepala Adam, manakala Mikail mencabut mahkota di keningnya. Selepas
diturunkan dari tempat suci ke tempat yang penuh kelaparan, Adam menangisi
kesalahannya selama seratus tahun. Dia sentiasa menundukkan kepala di atas
kedua-dua lututnya, sehingga titisan air matanya membasahi bumi, menumbuhkan
rumput dan pokok.
Wahab bin Munabbih menceritakan, Nabi Adam berada dalam kemurkaan Allah selama tujuh hari. Pada hari ketujuh Allah memanggilnya, kemudian memberikan wahyu kepadanya: “Wahai Adam, kesedihan apakah yang Aku lihat menimpamu hari ini? Bencana apakah menimpamu sehingga menyebabkanmu hanyut?“
Wahab bin Munabbih menceritakan, Nabi Adam berada dalam kemurkaan Allah selama tujuh hari. Pada hari ketujuh Allah memanggilnya, kemudian memberikan wahyu kepadanya: “Wahai Adam, kesedihan apakah yang Aku lihat menimpamu hari ini? Bencana apakah menimpamu sehingga menyebabkanmu hanyut?“
Adam berkata: “Sungguh
besar musibah, wahai Tuhan. Aku diliputi kesalahanku sendiri dan aku keluar
dari kerajaan Tuhanku, sehingga aku berada di tempat kehinaan, sebelumnya aku
berada dalam kemuliaan.
“Aku berada di tempat celaka,
sebelumnya aku dalam kebahagiaan. Aku berada di tempat sukar, sebelumnya aku
dalam kemewahan. Aku di tempat bencana, sebelumnya aku dalam keselamatan. “Aku
sekarang berada di tempat yang akn musnah setelah berada dalam ketenangan. Aku
sekarang berada di tempat yang hancur setelah berada di tempat kekal abadi dan
aku sekarang berada di tempat yang penuh penipuan setelah berada dalam
keamanan. Tuhanku, tentu saja aku menangisi kesalahanku? Bagaimana mungkin aku
tidak meratapi diriku sendiri?” Allah berfirman kepada Adam: “Bukankah Aku
telah memilihmu untuk diri-Ku? Aku telah menghalalkan rumah-Ku untuk dirimu,
Aku memilihmu atas semua makhluk-Ku, Aku mengkhususkan keramat-Ku terhadap dirimu,
Aku mencurahkan kecintaan-Ku terhadap dirimu, Aku memberi peringatan kepadamu
akan kemurkaan-Ku?Bukankah Aku menciptakanmu sendiri, Aku telah meniupkan nyawa
ke dalam tubuhmu, Aku memerintahkan malaikat supaya sujud dan bukankah Aku
menjadikanmu sebagai pendamping-Ku di syurga-Ku.
Kamu menggunakan
keramat-Ku sekehendakmu sendiri, sehingga kamu telah menderhakai perintah-Ku,
kamu telah melupakan janji-Ku dan mensia-siakan wasiat-Ku? Bagaimana sekarang
kamu akan memungkiri seksaan-Ku?Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, seandainya
bumi ini penuh dengan orang seperti kamu, di mana (mereka) sentiasa bertasbih
malam dan siang tiada hentinya. Kemudian mereka menderhakai Aku. Aku akan
memberikan tempat kepada mereka seperti tempat orang yang derhaka. Sesungguhnya
Aku mengasihani kelemahanmu, mengangkatmu dari kejatuhan, menerima taubatmu,
mendengar permohonanmu yang tulus dan Aku mengampuni dosamu.”
Lalu disuruh-Nya Adam
berkata: “Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau ya Allah dengan segala
puji-Mu, aku telah menganiaya diriku sendiri dan aku melakukan kejahatan,
terimalah taubatku. Sesungguhnya, Engkau Yang Maha Penerima taubat lagi Maha
Pengasih.” Kemudian Allah mengirimkan kepada Adam sebuah khemah dan
diletakkannya di tempat berdirinya Kaabah (sebelum Kaabah itu sendiri
diciptakan). Di sanalah Adam tinggal dan seterusnya mengembangkan keturunannya.
Tiga Tahap Bayi Dalam Rahim Menurut
Al-Quran
Dalam Al Qur'an dipaparkan
bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.
"... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?" (Al Qur'an, 39:6)
Sebagaimana yang akan
dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam
tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah
mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang
berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang
dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan
dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama
dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:
"Kehidupan dalam
rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama,
embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan
sampai kelahiran." (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984,
s. 64.)
Fase-fase ini mengacu pada
tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri
tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:
- Tahap Pre-embrionik
Pada tahap pertama, zigot
tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang
kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang
semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna
membentuk tiga lapisan.
- Tahap Embrionik
Tahap kedua ini
berlangsung selama lima
setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai "embrio". Pada
tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan
sel tersebut.
- Tahap fetus
Dimulai dari tahap ini dan
seterusnya, bayi disebut sebagai "fetus". Tahap ini dimulai sejak
kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus
tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua
tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua
organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan
perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.
Informasi mengenai
perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian
pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun sebagaimana sejumlah
fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Al
Qur'an dengan cara yang ajaib. Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan
akurat diberikan dalam Al Qur'an pada saat orang memiliki sedikit sekali
informasi di bidang kedokteran, merupakan bukti nyata bahwa Al Qur'an bukanlah
ucapan manusia tetapi Firman Allah.
__________________
"Jika Allah menahan pemberian-Nya padamu, maka pahamilah bahwa itu adalah suatu (kemuliaan) untukmu selama kau pertahankan keislaman dan keimananmu, higga segenap apa yang dilakukan Allah kepada dirimu menjadi karunia pula kepadamu".(Ibnu Athaillah)
"Jika Allah menahan pemberian-Nya padamu, maka pahamilah bahwa itu adalah suatu (kemuliaan) untukmu selama kau pertahankan keislaman dan keimananmu, higga segenap apa yang dilakukan Allah kepada dirimu menjadi karunia pula kepadamu".(Ibnu Athaillah)
"Apa yang sebenarnya dituntut dari kita ialah supaya membuat segala kebaikan dan mencapai segala kejayaan tetapi dalam pada itu kita diwajibkan mengekalkan rasa-rasa hamba di hati kita. Perbuatan lahir mesti positif. Rasa di hati mesti negatif. Dalam amalan hati, yang negatif itulah sebenarnya positif. Itulah akhlak namanya."
PENCIPTAAN ALAM SEMESTA
Diposting oleh
Dauz biotekhno
di
05.11
Jumat, 14 Oktober 2011
PENCIPTAAN ALAM SEMESTA
Asal
mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur'an pada ayat berikut:
"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101) ![]()
Kesimpulan
yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta,
beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu
ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan
"Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar
tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan
satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang
merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan
mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi
ada.
Sebelum Big Bang, tak ada yang
disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi,
bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik,
terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan
ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu.
Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.
Dalam
Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih
terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an, 51:47) Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an dikatakan bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang". Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
Hingga
awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu
pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak
dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan
yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta
sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang".
Pada
awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi
Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam
semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
Fakta
ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929.
Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom
Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling
menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak
menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus
"mengembang". Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya
memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini
diterangkan dalam Al Qur'an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini
dikarenakan Al Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur
keseluruhan alam semesta.
Satu
ayat lagi tentang penciptaan langit adalah sebagaimana berikut:
"Dan apakah orang-orang yang
kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah
suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami
jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga
beriman?" (Al Qur'an, 21:30)
Kata
"ratq" yang di sini diterjemahkan sebagai "suatu yang
padu" digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu
kesatuan. Ungkapan "Kami pisahkan antara keduanya" adalah
terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul
menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari
"ratq". Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah
adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.
Marilah
kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut,
langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu
terpisah ("fataqa") satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat
kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik
tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala
sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah
diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada
keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat,
sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa"
(terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan
keseluruhan alam semesta terbentuk.
Ketika
kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah,
akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang
sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad
ke-20.
Tatkala
merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur'an, ditegaskan bahwa
masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.
"Dan Dialah yang telah
menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya
itu beredar di dalam garis edarnya." (Al Qur'an, 21:33)
Disebutkan
pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam
garis edar tertentu:
"Dan matahari berjalan di
tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha
Mengetahui." (Al Qur'an, 36:38)
Fakta-fakta
yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan melalui pengamatan
astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari
bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke
arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini
berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam
sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi
matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam
semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.
Keseluruhan
alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini,
dinyatakan dalam Al Qur'an sebagai berikut:
"Demi langit yang mempunyai
jalan-jalan." (Al Qur'an, 51:7)
Terdapat
sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari
hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan
sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut
bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti.
Selama jutaan tahun, masing-masing seolah "berenang" sepanjang
garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan
yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis
edar yang ditetapkan baginya.
Garis
edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa.
Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis
peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun
dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan
dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu
sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.
Dapat
dipastikan bahwa pada saat Al Qur'an diturunkan, manusia tidak memiliki
teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa
berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi
modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah
bahwa ruang angkasa "dipenuhi lintasan dan garis edar" sebagaimana
dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara
terbuka kepada kita dalam Al Qur'an yang diturunkan pada saat itu: karena Al
Qur'an adalah firman Allah.
"Dia menciptakan langit dan
bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan
menutupkan siang atas malam..." (Al Qur'an, 39:5)
Dalam
Al Qur'an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta
sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai
"menutupkan" dalam ayat di atas adalah "takwir". Dalam
kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan
membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar,
sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.
Keterangan
yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup
satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan
ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur'an,
yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet
bumi yang bulat.
Namun
perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di
masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta
penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al
Qur'an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad
terakhir. Oleh karena Al Qur'an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan
jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan
jagat raya.
Dalam
Al Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik
tentang langit:
|
PARAGRAF
Diposting oleh
Dauz biotekhno
di
01.32
Rabu, 12 Oktober 2011
PARAGRAF
1. Pengertian
Paragraf
Pengertian paragraf merupakan
gabungan dari beberapa kalimat yang mempunyai satu kesatuan makna. Suatu
paragraf dapat dikatakan paragraf yang baik apabila setiap kalimat pada
paragraf tersebut mempunyai kesatuan. Kesatuan yang dimaksud adalah setiap
kalimat yang terdapat pada kalimat secara bersama-sama menyatakan suatu hal
atau suatu tema tertentu. Menurut Goris Keraf (1979: 1980: 67) suatu paragraf
dapat dikatakan paragraf yang baik dan efektif jika memenuhi tiga syarat yaitu;
kesatuan, koherensi, dan kohesi. Koherensi berarti ada kesatuan makna dari
masing kalimat pada paragraf. Kohesi artinya ada kata penghubung yang
menghubungkan antara kalimat atau pengulangan kata yang yang sudah digunakan
pada kalimat sebelumnya.
2. Ada Tiga Pola Pengembangan Paragraf
a. Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat
utamanya terletak di awal paragraf. Berada di awal kalimat bukan berarti bahwa
kalimat utama itu selalu berada di awal paragraf. Tetapi dapat pula berada pada
kalimat kedua dan ketiga. Hal itu bergantung pada kepada banyaknya kalimat
dalam sebuah paragraf. Ada kalanya kalimat utama berada pada kalimat pertama,
kedua, dan ke tiga.
Contoh paragraf deduktif
Tempat tinggal perlu
memenuhi syarat kesehatan, ketenangan, dan penerangan. Dari segi kesehatan,
tempat tinggal harus bebas dari udara lembab dan berbau busuk. Harus terdapat
peredaran udara yang langsung berhubungan dengan udara bersih di luar. Dari
segi ketenangan, tempat tinggal harus bebas dari keramaian, sebab tempat
tinggal yang ramai akan mengacaukan konsentrasi belajar. Dari segi penerangan,
tempat tinggal harus cukup terang agar tidak melelahkan kepala dan otak.
b.
Paragraf Induktif
Paragraf induktif merupakan kebalikan
dari paragraf deduktif. Kalau paragraf deduktif kalimat utamanya berada di awal
paragraf, sedangkan paragraf induktif berada di akhir paragraf. Jadi Paragraf
induktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya berada di akhir paragraf.
Contoh Paragraf induktif
Tidak ada alat yang lebih baik daripada bahasa untuk
mengungkapkan jiwa seseorang. Oleh karena itu, kecuali harus memperhatikan isi,
alur susunan cerita, sudut pandang, dan sebagainya bahasa sebagai alat
pengungkapannya harus diperhatikan. Diusahakan agar yang disampaikanya dapat
diterima oleh pembaca. Digunakannya bahasa efektif memungkinkan komunikasi
penulis dan pembaca berjalan lancar. Memang, bahasa merupakan alat komunikasi yang paling efektif.
c.
Paragraf Deduktif dan Induktif (campuran)
Paragraf
campuran merupakan paragraf yang gagasan utamanya terdapat di awal dan diakhir
paragraf. Jadi kalimat ini diawali dengan kalimat inti yang mengemukakan
kalimat utama, kemudian diikuti kalimat inti lagi. Kalimat inti pada akhir
paragraf biasanya merupakan variasi dari kalimat inti pada wal paragraf.
Contonya:
Salah satu persoalan sulit yang harus
dipecahkan pada tempat-tempat yang padat pemukiman penduduknya adalah masalah
air dan udara. Kemanakah sampah-sampah harus dibuang? Ditumpuk di
Pekarangan bau busuk akan memenuhi udara. Dibuang di Sungai, akan jadi kotor.
Dimana-mana di seluruh dunia terdengar pringatan akan bahaya pengotoran air dan
udara. Memang, masalah air dan udara
merupakan salah satu masalah yang sulit dipecahkan.
3. Ada beberapa pola pengembangan
paragraf
- Menempuh jalan pemikiran deduktif,
- Menempuh jalan pemikiran induktif,
- Menempuh jalan pemikiran deduktif dan induktif,
- Mengemukakan deskripsi atau narasi,
- Menurut urutan kejadian,
- Merangkaikan sebab akibat,
- Mengemukakan perbandingan atau analogi, atau mengajukan pertentangan.
Pengembangan
dengan pola deduktif, induktif dan campuran sudah diuraikan pada pola
pengembangan paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya. Berukut ini akan diuraikan bagian (d sampai
g).
a.
Mengemukakan Deskripsi atau Narasi
Pola pengembangan
paragraf dengan mengemukakan deskripsi atau narasi merupakan pula pengembangan
paragraf dengan cara melukiskan, memaparkan, atau membeberkan fakta dengan
kalimat-kalimat yang berkedudukan setara. Ada yang mengatakan paragraf deskriptif
atau narasi tidak mengandung kalimat utama dan penjelas karena masing-masing
kalimat mempunyai kedudukan setara.
Contohnya:
(1)
Indonesia terletak di daerah katulistiwa. (2) Panjangnya, bujur dari 95o
Bujur Timur, di sebelah Barat sampai 141o Bujur Timur di sebelah
Timur. (3) Lebarnya, membentang dari 60 Lintang Utara di sebelah Utara sampai
11o Lintang Selatan di sebelah Selatan. (4) Keadaan Wilayahnya lebih
kurang 66% terdiri atas Lautan dan sisinya sebagai daratan. (5) Jumlah
penduduknya tidak akan kurang dari 161.000.000 orang. Tanahnya subur, suhunya
tidak terlalu panas tidak terlalu dingin.
Paragraf
di atas terdiri dari 6 kalimat. Kalimat-kalimat itu mempunyai kedudukan yang
sama pentingnya. Oleh karena, itu wajarlah kalau ada yang mengatakan paragraf
deskriptif atau narasi semua kalimatnya merupakan kalimat utama.
b.
Menurut Urutan Kejadian atau Kronologis
Pengembangan paragraf dengan pola ini
dilakukan dengan mengurutkan kalimat sesuai dengan urutan kejadian berdasarkan
waktu. Maksudnya, kejadian paling awal, dikemukakan paling depan, kemudian,
secara berturut-turut kejadian berikutnya. Contohnya:
(1) Menurut jadwal, perkuliahan mata
kuliah bahasa Indonesia untuk jurusan Ilmu pemerintahan kelas tutorial UNSA
dilaksanakan pada hari Kamis pukul 15.00. (2) Pada tanggal 30 November 2007,
sebelum Pukul 15.00 dosen pengampu mata kuliah bahasa Indonesia sudah berada di
kampus dan siap untuk masuk ke ruangan kuliah. (3) Namun, perkuliahan belum
dapat dimulai tepat pada pukul 15.00 wita karena jumlah mahasiswa yang hadir
masih sedikit. (4) Perkuliahan baru dimulai pada pukul 15.15 wita. (5) Perkuliahan pada hari itu
membahas tentang pola pengembangan paragraf, kemudian dilanjutkan dengan karya
ilmiah. (5) Perkuliahan berakhir pada pukul 16.40 wita.
c. Merangkaikan Sebab Akibat
Pengembangan
paragraf dengan pola sebab akibat atau akibat sebab. Maksudnya, pengembangan
kalimat dimulai dengan sebab terlebih dahulu baru diikuti akibat atau
sebaliknya.
Contoh sebab akibat:
(1) Keluarga
berencana berusaha menjamin kebahagiaan hidup keluarga. (2) Ibu tidak selalu
hidup merana karena tiap tahun melahirkan. (3) Bapak tidak pula terlalu pusing
memikirkan usaha untuk mencukupi kebutuhan keluarga. (4) Anak tidak terlantar
kehidupannya.
Contoh akibat sebab
(1)
Kemarin sore, dia tidak pergi kemana-mana. (2) Hujan turun sangat deras. (3)
Atap rumahpun banyak yang bocor. (4) Keesokan harinya, dia berniat untuk
memperbaikinya.
d.
Mengemukakan Perbandingan atau Analogi
Pengembangan
paragraf dengan pola ini dilakukan dengan mengemukakan persamaan atau perbedaan
dari dua hal secara sistematis.
Contohnya:
(1)
Pantun
dan syair mempunyai persamaan dan perbedaan. (2) Keduanya tergolong puisi lama
yang terdiri dari 4 baris. (3) Pada syair keempat barisnya merupakan isi, sedangkan
pada pantun isinya terletak pada baris ke 3 dan ke 4. (4) Pantun berasal dari
bumi Indonesia, sedangkan syair berasal dari sastra Arab.
KUTIPAN DAN DAFTAR PUSTAKA
B. Kutipan
Dalam
penulisan karya ilmiah baik ilmiah populer artikel dan opini maupun karya
ilmiah murni seperti skripsi, disertasi dan tesis sering digunakan kutipan
untuk mengisi dan mempertegas isi tulisan. Tetapi apa sebenarnya yang dimaksud
dengan kutipan? Kutipan adalah peminjaman kalimat atau pendapat dari seorang
pengarang atau pembicaraan orang terkenal. Secara umum ada dua teknik menulis
kutipan, yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Antara kedua cara
membuat kutipan harus dapat dibedakan dengan jelas antara keduanya.
1.
KUTIPAN LANGSUNG
Kutipan langsung adalah pinjaman
pendapat dengan mengambil kata demi kata, kalimat demi kalimat dari teks asli.
a. Prinsip membuat kutipan langsung
1)
Jangan
mengadakan perubahan
2)
Bila
ada kesalahan jangan diperbaiki tetapi di depan penulisan yang salah tersebut
harus dicantumkan tanda (sic!) yang
artinya penulis tidak bertanggungjawab atas kesalahan penulisan yang dilakukan
pengarang.
3)
Apabila
ada bagian kalimat yang dihilangkan, pada bagian yang dihilangkan tersebut
dicantumkan tanda [...]. Tanda titik
tiga berarti ada bagian kalimat atau tulisan yang dihilangkan.
b. Cara Membuatkutipan langsung
a.
Kutipan
langsung tidak lebih dari empat baris harus diintegrasikan dengan teks dengan
cara-cara seperti berikut ini:
1)
Kutipan
diintegrasikan dengan teks
2)
Jarak
antara baris dengan baris 2 spasi
3)
Kutipan
tersebut diapit dengan tanda kutip [ “...”]
4)
Apabila
yang dikutip bahasa asing maka kutipan tesebut harus dimiringkan
Contohnya:
Istilah
penilaian, pengukuran, tes, dan evaluasi mempunyai pengertian yang
berbeda-beda, meskipun banyak orang yang salah dalam menafsirkannya. Untuk
mengetahui persamaan atau perbedaan beberapa istilah tersebut, berikut ini akan
diuraikan definisi penilaian, pengukuran, dan evaluasi. Menurut Airasian (1991:
18) “Assessment is the process of gathering, interpreting, and synthesizing
information to aid decision making in the classroom”. Semenatra itu,
Grolund & Linn (1990: 5), ”Evaluation is systematic process of
collecting, analyzing, and interpreting information to determine the extend to
which pupils are achieving instructional objectives”. Evaluasi merupakan
suatu proses sistimatis meliputi yang kegiatan mengumpulkan, menganalisa dan
menginterpretasikan informasi untuk menentukan sampai seberapa jauh peserta
didik mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
b.
Kutipan
langsung lebih dari empat baris
Apabila kutipan
terdiri dari lima baris atau enam baris maka penulisannya dapat dilakukan
dengan memperhatikan ketentuan berikut ini:
1)
Tulisan
tersebut dipisah dengan teks dengan jarak 2,5 spasi;
2)
Jarak
antar baris dengan baris kutipan satu spasi;
3)
Kutipan
tersebut boleh diapit atau tidak diapit dengan tanda kutip [“...”]
4)
Seluruh
kutipan dimasukkan ke dalam 5 – 7 ketukan bila alinea baru diawali dengan
kutipan
5)
Apabila
terdapat kutipan dalam kutipan maka kutipan menggunakan tanda kutip tunggal
(‘.....’).
Contoh kutipan lebih dari empat baris
Berkaitan dengan fungsi utama
instrumen penilaian untuk mengukur perkembangan belajar peserta didik, maka
dalam menyusun instrumen guru harus memperhatikan petunjuk umum penyusunan
instrumen. Menurut Popham (1995: 98) dalam menyusun instrumen harus memperhatikan
hal-hal sebagai berikut:
(1) thou shall not provide opaque directions to
students regarding how to respond to your assessment instrumen, (2) thou shall not employ ambiguous statements
in your assessment items, (3) thou shall not unintentionally provide students
with clues regarding apropriate responses, (4) thou shall not employ complex
syntax in your assessment items,(5) thou shall not use vocabulary that is more
advanced than required.
Berdasarkan petunjuk yang sudah dikemukakan di atas dapat
disimpulkan bahwa menyusun instrumen penilaian bukanlah hal yang mudah.
Menyusun instrumen penilaian membutuhkan keterampian dan kemampuan yang memadai
tentang mekanisme atau aturan-aturan penyusunan instrumen. Apabila guru sudah
memahami petenjuk penyusunan instrumen dengan baik, maka ada kecenderungan
instrumen yang dibuat juga baik. Seorang guru dapat menyusun instrumen yang
baik jika ditunjang oleh pemahaman teoretis tentang penyusunan isntrumen dan
berlatih secara terus-menerus.
2.
KUTIPAN TIDAK LANGSUNG
Kutipan tidak langsung adalah pinjaman
pendapat seorang pengarang atau tokoh terkenal berupa intisari atau ikhtisar
dari pendapat tersebut. Dalam kutipan tidak langsungt biasanya inti atau sari
pendapat itu yang dikemukakan. Sebab itu tidak boleh mempergunakan tanda kutip.
Berikut ini beberapa syarat harus diperhatikan untuk membuat kutipan tidak
langsung:
a.
Kutipan
itu diintegrasikan dengan teks;
b.
Jarak
antara baris 2 spasi
c.
Kutipan
tidak diapit dengan tanda kutip;
d.
Diakhir
atau diawal kutipan di buat dalam kurung (...) nama singkat pengarang, tahun dan halaman teks asli yang
dikutip.
Contokkutipan tidak langsung:
Formatif evaluation
(penilaian formatif) adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir proses
pembelajaran. Penilaian formatif dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh
tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan berdasarkan
kompetensi dasar satuan pelajaran yang diajarkan. Menurut Djemari Mardapi
(2004: 72) penilaian formatif bertujuan untuk memperoleh masukan tentang
tingkat keberhasilan proses pembelajaran. Penilaian ini dilakukan secara
periodik sepanjang semester. Bahan penilaian ini dipilih berdasarkan tujuan
pembelajaran tiap pokok bahasan atau sub pokok bahasan.
3.
KUTIPAN PADA CATATAN KAKI
Catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks
karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan.
a.
Referensi dengan Satu Pengarang
......................................................................................................................................
Media pembelajaran yang telah dirancang dengan baik dapat
merangsang proses belajar mengajar yang baik di kelas.1 Penggunaan
media memberikan konstribusi yang baik terhadap proses belajar mengajar, baik
bagi guru maupun siswa. Penggunaan media dapat mempermudah guru dalam
menjelaskan materi pelajaran.

1. Drs. H. Udin S. Winata Putra, M.A., Strategi Belajar Mengajar (Jakarta,
2002), hal. 12.
Perhatikan:
a.
Nama
pengarang ditulis lengkap dan tidak dibalik
b.
Antara
pengarang buku dengan judul buku diberi tandakoma (,). Antara judul buku dengan
data publikasi tidak ada tanda koma atau titik.
c.
Tempat
dan tahun terbit ditulis dalam tanda kurung; penerbit tidak usah diikut
sertakan.
Atau
1. Drs.H. Udin S. Winata
Putra, M.A., “Strategi Belajar Mengajar” (Jakarta:Universitas Terbuka, 2002),
hal. 12.
b.
Referinsi dengan dua atau tiga pengarang
2. Agus hermansyah, M. Ali, A.
Rasul, Menjemput Masa Depan Pendidikan (Jakarta: Krida Laksana, 2003), hal. 22
– 23.
Perhatikan:
Tempat terbit dan penerbit
dicantumkan, jadi antara tempat terbit dan penerbut menggunakan titik dua (:).
c.
Buku yang terdiri dari banyak pengarang
3. M. Toha Hasan, et al., Pengantar Pendidikan (Bandung: Angkasa,
2005), hal. 20 – 28.
Atau
3. M. Toha Hasan, dkk.,
Pengantar Pendidikan (Bandung: Angkasa, 2005), hal. 20 – 28.
Perhatikan:
a.
Penulisan
nama pengarang hanya ditulis yang pertama saja sedangkan yang lain cukup
diganti dengan et al. atau dkk. Antara
nama pengarang dengan judul diberi tanda titik.
b.
Kalau
edisi berikutnya mengalami perubahan.
3. M. Toha Hasan, dkk., Pengantar Pendidikan (rev.ed.;Bandung,
2005), hal. 20 – 28.
a.
Keterangan
tentang ulang cetak atau edisi revisi (rev.ed.) dicantumkan dalam kurung
sebelum tempat terbit.
b.
Antara
keterangan edisi revisi dengan tempat terbit diberi tanda titik koma (;).
d.
Buku yang terdiri dari dua jilit atau lebih
5.
Prof. Dr. Suyanto, Pendidikan Alternatif Untuk Semua (Vol. I; Yogyakarta: Universitas
Negeri Yogyakarta, 2006), hal. 34 – 36.
Perhatikan:
a.
Keterangan
tentang volume terbit dicantumkan dalam kurung sebelum tempat terbit.
b.
Nomor
jilit selalu dengan angka romawi sedangkan nomor halaman dengan angka Arab.
e.
Sebuah terjemahan
6.Multatuli, Perserkatan
Dagang Kopi Indonesia, trj. H.B. Jassin (Jakarta, 1978), hal. 24.
Perhatikan:
a.
Nama
pengarang asli diletakkan di bagian awal
b.
Keterangan
tentang terjemahan diletakkan setelah judul buku dipisahkan dengan tanda koma.
f.
Jurnal Artikel
Mikusa, M.G. & Lewellen, H., “Now
Here is That, Authority on Mathematics Reforms,” The Mathematics Teacher, I (April , 1996) hal. 158-163.
g.
Referensi korang harian
20. Tajuk Rencana dalam
Kompas, 19 Januari, 1997, hal. 6.
Perhatikan:
Bila nama pengarang jelas,maka
catatan kaki itu dimulai dengan nama pengarang yang menulis artikel tersebut.
Penggunaan simbol yang harus
diperhatikan dalam catatan kaki:
1. ibid artinya nama yang sama diulangi dalam catatan kakit
Contohnya:
1. ibid
2. ibid. hal. 20.
**Ada beberapa singkatan yang
sering digunakan dalam catatan kakit
*
Ibit merupakan
singkatan yang berasal dari bahasa latin ibidem
yang berarti pada bagian atau tempat
yang sama.
* Op. Cit. Berasal dari bahasa latin opera citatato yang berarti pada
karya yang telah dikutip.
* Loc. Cit. Singkatan berasal dari bahasa latin yang berarti pada
tempat yang telah dikutip.
· DAFTAR PUSTAKA
Daftar
Pustaka dituliskan secara konsisten dan alphabetis sesuai dengan salah satu
model baku. Sumber yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya yang benar-benar
dirujuk di dalam naskah. Semua sumber yang dirujuk di dalam naskah harus
dicantumkan di dalam Daftar Pustaka.
Daftar
Pustaka dapat bersumber pada buku, jurnal, majalah dan internet. Daftar Pustaka
ditulis menurut tata cara sebagai berikut.
1.
Buku
a. Buku dengan satu pengarang
Nama pengarang.
(tahun terbit). judul buku (cetak miring). edisi buku. kota penerbit: nama
penerbit. (model American Psychology
Association – APA edisi kelima).
Contoh:
Wiersma,
W. 1995. Research Methods in Education:
An Introduction. Boston: Allyn and Bacon.
Catatan:
1.
Nama
keluarga terlebih dahulu baru nama kecil atau inisial untuk nama orang yang
menggunakan nama marga pada kata pertama. Misalnya Ermawati A. Rahman
2.
Jika buku disusun oleh lembaga atau instansi
maka nama lembaga tersebut yang mengganti nama orang.
c.
Buku
dengan dua pengarang atau tiga pengarang
Olivert,
Robert T., and Rupert L. Cortright. 1958. New
Training for Effective Speech. New York: Hendry Holt and Company, Inc.
Catatan:
1. Nama pengarang kedua dan
ketiga tidak dibalikkan, dalam hal lain sama dengan bagian a.
2. Urutan nama pengarang harus
sesuai dengan apa yang tercantum pada halaman judul buku, tidak boleh diadakan
perubahan urutannya.
d.
Buku
dengan banyak pengarang
Morris,
Alton C., et. Al. 1985. College Englis,
the Firs Year. New York: Hendry Holt and Company, Inc.
Catatan:
Hanya nama
pengarang pertama yang dicantumkan dengan susunan terbalik.untuk menggantikan
nama-nama pengarang lainnya cukup penggunakan et. al. atau dkk.
e.
Jika
buku tersebut mengalami perubahan
Moliono,
Anton. 2004. Tata Bahasa Baku Bahasa
Indonsia. Edisi Revisi. Jakarta: Gramedia.
f.
Sebuah
buku terjemahan
Charles,
Andrson. 1987. Penilaian dalam
Pembelajaran Bahasa, terj. Muhammad Sodik. Jakarta: Gramedia.
2.
Artikel/Bab
dalam suatu Buku:
Nama pengarang.
(tahun terbit). judul artikel. In/dalam
nama editor (Ed.). judul buku (cetak
miring). Edisi. nama penerbit, kota penerbit, halaman
Contoh:
Schoenfeld, A.H. 1993. On Mathematics as Sense Making: An
Informal Attack on the Unfortunate Divorce of Formal and Informal
Mathematics, in J.F. Voss., D.N. Perkins & J.W. Segal (Eds.). Informal Reasoning and Education.
Hillsdale. NJ: Erlbaum, pp. 311-344.
3.
Artikel dari Jurnal
Nama pengarang,
tahun, judul artikel, nama jurnal (cetak miring), volume jurnal, halaman.
Contoh:
Mikusa,
M.G. & Lewellen, H., 1999. Now Here is That, Authority on Mathematics Reforms,
The Mathematics Teacher, 92: 158-163.
4.
Majalah
Nama pengarang,
tahun, judul artikel, nama majalah (cetak miring) volume terbitan, nomor
terbitan, halaman.
Contoh:
Ross,
D. 2001. The Math Wars, Navigator,
Vol 4, Number 5, pp. 20-25.
5.
Internet
Nama pengarang,
tahun, judul (cetak miring), alamat website, tanggal akses.
Contoh:
Wu,
H.H. 2002. Basic Skills versus Conceptual
Understanding: A Bogus Dichotomy in Mathematics Education. Tersedia pada http://www.aft.org/publications.
Diakses pada tanggal 11 Februari 2006.
Langganan:
Postingan (Atom)
Lencana Facebook
Label
- AGAMA (3)
- AKU & TULISANKU (6)
- ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA (4)
- ARTIKEL (34)
- bahasa (2)
- BIOKIMIA (3)
- BIOLOGI (39)
- BOTANI (2)
- CONTOH LKS (6)
- GEOGRAFI (4)
- JURNAL (2)
- KARYA TULIS ILMIAH (3)
- KESEHATAN (3)
- MAKALAH (18)
- MIKOLOGI (4)
- MITOS / LEGENDA (1)
- ORNITOLOGI (1)
- PATOLOGI (4)
- PENGANTAR KOMPUTER (2)
- PROPOSAL (2)
- PUISI (7)
- RESUME (1)
- TAU GAK SIH...??? (1)
- TEKHNOLOGI (3)
- TEMPAT WISATA BIMA (3)
- TIPS (10)
- VIDEO (1)
- ZOOLOGI (12)
Mengenai Saya

- Dauz biotekhno
- BIMA, NTB, Indonesia
- nama saya firdaus, saya lahir dari pasangan suami istri bapak yasin dan ibu fatimah. saya lahir di bima provinsi nusa tenggara barat. saya lahir pada tanggal 17 Desember.
Categories
- AGAMA (3)
- AKU & TULISANKU (6)
- ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA (4)
- ARTIKEL (34)
- bahasa (2)
- BIOKIMIA (3)
- BIOLOGI (39)
- BOTANI (2)
- CONTOH LKS (6)
- GEOGRAFI (4)
- JURNAL (2)
- KARYA TULIS ILMIAH (3)
- KESEHATAN (3)
- MAKALAH (18)
- MIKOLOGI (4)
- MITOS / LEGENDA (1)
- ORNITOLOGI (1)
- PATOLOGI (4)
- PENGANTAR KOMPUTER (2)
- PROPOSAL (2)
- PUISI (7)
- RESUME (1)
- TAU GAK SIH...??? (1)
- TEKHNOLOGI (3)
- TEMPAT WISATA BIMA (3)
- TIPS (10)
- VIDEO (1)
- ZOOLOGI (12)
Popular Posts
-
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Biologi merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan makhluk hidup. Studi tentang makhluk ...
-
Tips Cara Onani / Masturbasi Yang Aman, Sehat, Enak, Baik Dan Benar Artikel yang satu ini hanya boleh dibaca dan dipraktekkan oleh orang ...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di dalam tubuh manusia terdapat sisitem koordinasi yang akan mengatur agar s...
-
PROPOSAL A. LATAR BELAKANG Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan l...
-
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Burung mempunyai daya tarik khusus bagi manusia karena berbagai alasan diantaranya adalah bu...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Asal Mula Tumbuhan Vaskuler Perkembangan evolusi tumbuhan vaskuler dimula...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh - tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis yang...
-
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN Lomba Karya Tulis Ilmiah Dan Rakorwil IKAHIMBI Wilker VI (Bali-Nusa Tenggara) I. PENDAHULUAN ...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Burung mempunyai daya tarik khusus bagi manusia karena berbagai alasan diantaranya adalah b...
menurut kamu blog aq gmana.......?
Pengikut
bagaimana menurutmu blog aq,,,?????
Diberdayakan oleh Blogger.
WELCOME TO MY BLOG
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA,,,^_^
SEMOGA YANG SAYA POST BERMANFAAT UNTUK ANDA DAN UNTUK KITA SEMUA DAN MUDAH-MUDAHAN MENAMBAH WAWASAN KITA TENTANG DUNIA,,,Amiinnnn
SEMOGA YANG SAYA POST BERMANFAAT UNTUK ANDA DAN UNTUK KITA SEMUA DAN MUDAH-MUDAHAN MENAMBAH WAWASAN KITA TENTANG DUNIA,,,Amiinnnn
Total Pageviews
Labels
AGAMA
(3)
AKU & TULISANKU
(6)
ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA
(4)
ARTIKEL
(34)
bahasa
(2)
BIOKIMIA
(3)
BIOLOGI
(39)
BOTANI
(2)
CONTOH LKS
(6)
GEOGRAFI
(4)
JURNAL
(2)
KARYA TULIS ILMIAH
(3)
KESEHATAN
(3)
MAKALAH
(18)
MIKOLOGI
(4)
MITOS / LEGENDA
(1)
ORNITOLOGI
(1)
PATOLOGI
(4)
PENGANTAR KOMPUTER
(2)
PROPOSAL
(2)
PUISI
(7)
RESUME
(1)
TAU GAK SIH...???
(1)
TEKHNOLOGI
(3)
TEMPAT WISATA BIMA
(3)
TIPS
(10)
VIDEO
(1)
ZOOLOGI
(12)