MIGRASI DAN PEMENCARAN TUMBUHAN

Selasa, 26 November 2013


BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
 Biologi merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan makhluk hidup. Studi tentang makhluk hidup ini bercabang dua yaitu ilmu tumbuhan (botani) dan ilmu hewan (zoologi).
Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena-fenomena geosfera yaitu atmosfera, hidrosfera, litosfera, dan biosfera dengan sudut pandang kelingkungan, kewilayahan dalam konteks keruangan. 
Biologi yang dikaitkan dengan geografi memunculkan biogeografi, yaitu ilmu yang mempelajari penyebaran makhluk hidup diatas permukaan bumi serta hubungan-hubungannya dengan ruang dan waktu.
Biogeografi ini terbagi atas tiga disiplin ilmu yaitu geografi manusia (human geography), geografi hewan (zoogeography) dan geografi tumbuhan (plant geography = Phythogeography).
Geografi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari fenomena-fenomena tumbuhan dalam hal persamaan maupun perbedaan dalam kaitannya dengan kelingkungan, kewilayahan dalam konteks keruangan. Demikian juga dengan geografi hewan adalah sebagai ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena dunia hewan yang berkaitan dengan aspek kelingkungan maupun kewilayahan dalam konteks keruangan.
Dalam geografi tumbuhan, daerah yang di capai merupakan subjek studi yang paling utama, meskipun hal ini dapat dipengaruhi oleh sejarah masa lampau dan selanjutnya sangat dibatasi oleh fisiologi tumbuhan itu sendiri, daerah itu sampai suatu tingkat yang tinggi, dan fungsi kemampuan tumbuhan itu sendiri. Dalam analisis akhir, Perluasan  areal sering dibatasi oleh reaksi ekologi tumbuhan terhadap lingkungan baru, yang mungkin, sebagai contoh, bagi tumbuhan itu merupakan tempat yang terlalu dingin atau terlalu kering untuk dapat tumbuh tetap di situ.
Reaksi yang demikian ini terutama bersifat fisiologis, dan meskipun hasilnya sering berupa kemampuan untuk mengadakan adaptasi pada umumnya reaksi-reaksi itu menentukan luas daerah yang secara pontensial atau secara actual benar-benar dapat di huni tumbuhan itu, bila terjadi pemencaran (dispersal) yang sepenuhnya efektif. Areal sebenarnya berada dalam potensi fisiologi untuk sebagian besar ditentukan oleh penghalang keberhasilan perpindahan.

B.  RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka adapun yang menjadi rumusan masalah dalam pembuatan makalah ini, yaitu:
1.      Apa pengertian migrasi tumbuhan?
2.      Apa yang di maksud dengan pemencaran tumbuhan?
3.      Bagaimana model pemencaran tumbuhan berdasarkan faktor yang mempengaruhinya?
4.      Apa faktor penghalang pemencaran tumbuhan?

C.  TUJUAN
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yang mengacu pada rumusan masalah yang diuraikan di atas :
1.      Mengetahui pengertian migrasi tumbuhan.
2.      Mengetahui pengertian pemencaran tumbuhan.
3.      Mengetahui model pemencaran tumbuhan berdasarkan faktor yang mempengaruhinya.
4.      Mengetahui faktor penghalang dalam pemencaran tumbuhan.


BAB II
PEMBAHASAN

A.  MIGRASI TUMBUHAN
Menurut kamus lengkap Biologi (2002:354) migrasi yaitu pola distribusi tata ruang individu yang satu relative terhadap yang lain dalam populasi. Proses migrasi pada tumbuhan di pengaruhi factor kemampuanya berevolusi, kemampuanya dalam menyesuaikan dirinya untuk mempertahankan hidupnya, melakukan persebaran untuk tumbuh dan hidup seperti spora yang terbang di tiup angin, dan sifat yang dimiliki kosolitnes mempunyai kemampuan menyebar secara luas.
Salah satu factor yang mempengaruhi penyebaran tumbuhan di permukaan bumi adalah Tinggi rendahnya permukaan bumi. Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam relief, seperti pegunungan, dataran rendah, perbukitan dan daerah pantai. Perbedaan tinggi-rendah permukaan bumi mengakibatkan variasi suhu udara. Variasi suhu udara mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan. Hutan yang terdapat di daerah pegunungan banyak dipengaruhi oleh ketinggian tempat.
Faktor ketinggian permukaan bumi umumnya dilihat dari ketinggiannya dari permukaan laut (elevasi). Misalnya ketinggian tempat 1500 m berarti tempat tersebut berada pada 1500 m di atas permukaan laut. Semakin tinggi suatu daerah semakin dingin suhu di daerah tersebut. Demikian juga sebaliknya bila lebih rendah berarti suhu udara di daerah tersebut lebih panas. Setiap naik 100 meter suhu udara rata-rata turun sekitar 0,5 derajat Celcius. Jadi semakin rendah suatu daerah semakin panas daerah tersebut, dan sebaliknya semakin tinggi suatu daerah semakin dingin daerah tersebut. Oleh sebab itu ketinggian permukaan bumi besar pengaruhnya terhadap jenis dan persebaran tumbuhan. Daerah yang suhu udaranya lembab, basah di daerah tropis, tanamannya lebih subur dari pada daerah yang suhunya panas dan kering.
Menurut Fr. Junghuhn seorang penyelidik bangsa Jerman membedakan jenis tumbuh-tumbuhan berdasarkan ketinggian tempatnya adalah : (1) Tingkat tropis setinggi 700 m, terdiri atas tumbuh-tumbuhan tropis, (2) Tingkat subtropis hingga 1.000 m, sudah mulai tidak ada tumbuh-tumbuhan hutan dataran      rendah, (3) Ketinggian 1.000-2.000 m, terdapat tumbuh-tumbuhan dari iklim sedang. Daerah ini banyak terdapat kabut, pohon-pohonnya telah ditumbuhi lumut (hutan kabut dan hutan lumut), (4) Lebih tinggi dari 2.000 m, hanya sedikit pohon, dan hanya terdapat belukar dan rumput (Novi Silvia Hardiany : 2013).
B.     PEMENCARAN TUMBUHAN
Pemencaran dan perpindahan merupakan dua aktivitas yang berlainan, walaupun mempunyai kaitan yang erat. Pemencaran hanya melibatkan diseminasi dari induk dan penyebaran ( dalam arti dinamik) ke suatu tempat yang baru, sedang perpindahan mencakup pula keberhasilan pertumbuhan dan penghunian yang tetap.
Pemencaran merupakan proses esensial yang mendahului migrasi, yang sesungguhnya hanya dapat tercapai dengan penghuniantetap di tempat yang baru. Di dalam alam hanya sebagian kecil begian tubuh tumbuhan yang dapat dipancarkan, dan yang dapat dengan tepat disebut sebagai diseminul atau diaspora, benar-benar tumbuh di sutu tempat dan benar-benar melakukan migrasi. Bukan hanya karena sebagian besar telah mati awal (premature) atau jatuh di tanah gundul,atau terhenti di tempat yang tidak member kesempatan bagi mereka untuk mulai dengan suatu kehidupan baru, atau gagal untuk mempertahankan diri dalam perjuangan melawan persaingan yang lebih kuat, tetapi kondisi ekologi dan reaksi fisiologi harus terletak dalam batas-batas yang sempit untuk keberhasilan terakhir.

C.    MODEL PEMENCARAN BERDASARKAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

1.      Pemencaran Tumbuhan Tanpa Bantuan Faktor Luar
Cara pemencaran ini dinamakan pula pemencaran mekanik. Pemencaran ini disebabkan oleh proses yang terjadi pada organism itu sendiri sehingga jarak pemencarannya tidak begitu jauh dari induknya. Pemencaran tanpa bantuan factor luar dapat dilakukan melalui pertumbuhan bagian vegetatif, mekanisme letupan, dan gerak higroskopis. Pemencaran ini biasanya menggunakan alat pemencaran yang biasanya tidak memungkinkan penyebaran yang luas.
a.       Pemencaran melalui Pertumbuhan Bagian Vegetatif       
Bagian vegetatif yang biasanya digunakan dalam pemencaran tumbuhan adalah akar, batang, daun, dan buah beserta modifikasinya. Bagian vegetatif ini tidak memungkinkan penyebaran yang luas, misalnya:
Ø Stolon atau Geragih   
Batang yang menjalar di atas tanah, Tunas tumbuh di sepanjang batang. Contoh : pada rumput teki, pegagan, rumput gajah, strawberi.
Ø Umbi Batang  
Bagian batang yang digunakan untuk menyimpan makanan umbi, ini mempunyai banyak tunas, bila keadaan lingkungan cocok, mata tunas akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Contoh : kentang.
Ø Umbi Lapis     
Merupakan batang dengan ruas-ruas yang sangat pendek dan sangat rapat. Pada setiap ruas terdapat lapisan sisik yang merupakan modifikasi dari daun. Contoh : bawang merah, bakung, tulip, leli.
Ø Akar Rimpang atau Akar Tinggal (Rizom)    
Merupakan batang yang menjalar di bawah permukaan tanah. Contoh : beberapa jenis rumput, kunyit, lengkuas, jahe, dahlia.
b.      Pemencaran melalui Mekanisme Letupan
Mekanisme pemencaran melalui letupan biasanya tumbuh denngan intensif sehingga menjadi keuntungan besar dalam migrasi tumbuhan. Maka, tumbuhan yang dapat menembakan benihnya ke luar, sekaligus dapat melontarkan benih itu ke dalam angin yang sedang bertiup atau kepada hewan yang sedang lewat yang akan membawa benih tadi sampai sejauh beberapa mil.
Mekanisme pemencaran letupan umumnya dilakukan oleh tumbuhan polong-polongan, seperti turi. Tanaman lainnya misalnya jarak (Ricinus communis), bunga keembung, dan karet (Hevea brasiliensis) juga melakukan pemencaran dengan cara ini. Melalui mekanisme pemencaran ini, buah akan pecah melontarkan buah ataupun sporanya.

c.       Pemencaran melalui Mekanisme Gerak Higroskopis       
Mekanisme pemencaran ini juga berupa letupan, namun terjadinya jika dalam kondisi basah. Contoh tumbuhan yang melakukan pemencaran seperti ini adalah pacar air dan kapsul spora pada lumut.


2.      Pemencaran Tumbuhan dengan Bantuan Faktor Luar
Pemencaran tumbuhan dapat pula dibantu oleh factor luar. Alat pembiakan tumbuhan yang pemencarannya dibantu oleh factor luar tersebut biasanya memiliki beberapa modifikasi yang mendukung proses pemencaran tersebut. Berdasarkan factor yang menjadi perantara dalam penyebarannya, pemencaran jenis ini dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu berdasarkan bantuan angin, bantuan air, bantuan hewan, dan bantuan manusia.
a.         Pemencaran dengan Bantuan Angin (Anemokori)
Anemokori (Anemos berarti angin dan chorein berarti penyebaran) akan berlangsung efektif jika alat kembang biak yang dipencarkan mengalami modifikasi yang mendukung gerak pemencaran.
b.         Pemencaran dengan Bantuan Air
Pemencaran dengan bantuan air (hidrokori) terjadi melalui air sungai maupun air laut. Setiap jenis benih yang ringan berkemungkinan untuk dipencarkan oleh air secara efektif sampai batas kemampuannya untuk mengapung dan mempertahankan daya untuk berkecambah, yaitu ketika benih jenuh akan air dan tenggelam atau menjadi busuk (gagal). Persyaratan utama dalam pemencaran oleh air adalah daya apung yang cukup dan impermeabilitas bagi air.
Tumbuhan yang pemencarannya dengan bantuan air  memiliki struktur buah yang terdiri dari 3 lapis kulit, yaitu:
·         Eksokarp,kulit yang paling luar mengilap,tipis dan kuat.
·         Mesokarp, kulit yang tengah yang tebal berisi rongga udara sehingga biji menjadi ringan dan   mengambang di air.
·         Endokarp, kulit yang paling dalam kuat dan keras yang berfungsi untuk melindungi embrio.
Selain itu masih ada beberapa ciri tanaman yang bijinya di pencarkan oleh air, yaitu:
·         Memiliki tempurung yang kuat, tahan lama dan pada air serta mampu menahan korosi dari air garam.
·         Benih memiliki kantong udara sehingga mampu untuk mengapung.
·         Cadangan makanan cenderung lebih keras dan dalam jumlah yang agak banyak.
·         Tumbuhan yang di pencarkan oleh air adalah tanaman yang umumnya tumbuh dekat air.
Cara utama pemencaran tanaman oleh air adalah:
Ø  Arus laut. Arus laut dapat menyebabkan pemencaran jarak jauh yang sangat efektif untuk jenis benih yang mampu mengapung selama waktu yang panjang tanpa menjadi jenuh oleh air dan juga termasuk dalam jenis tumbuhan (benih normal) yang mampu hidup di daerah pesisir sehingga dapat tinggal menetap di bawah kondisi kadar garam tinggi (pantai berpasir, berlumpur).
Ø  Sungai dan Selokan. Sungai dan selokan biasa mengangkut buah, biji dan bagian-bagian lain pada tumbuh-tumbuhan yang terkadang bergerak jauh hingga ke laut. Pemencaran dengan air hanya terbatas pada arah aliaran air dan daratan yang bersangkutan, dikaraenakan benih yang tumbuh tidak mampu mencakup ke area yang lebih luas (bukan tumbuhan pantai atau laut sehingga tidak mampu bertahan jika terlalu lama mengapung di samudera).
Ø  Penghanyutan oleh Hujan, Banjir dan Danau. Air hujan tidak hanya memercikan ke luar biji atau spora dari organ-organ yang terbuka, tetapi jika membentuk aliran dapat membawa biji atau spora lebih jauh daripada factor yang lain. Hampir setiap tumbuhan dapat dipencarkan secara drastic oleh banjir, seperti penumbangan pohon dan pengangkutan semua jenis reruntuhan yang dapat mencapai jarak cukup jauh hingga terdampar di dataran banjir berlumpur yang cocok untuk ditempati oleh tumbuhan yang mengadakan migrasi.Pada danau cara pemencaran dan jenis-jenis tumbuhan yang dipencarkan hampir sama dengan yang terjadi di sungai-sungai, tetapi terdapat lebih banyak keterbatasan pemencaran bagi jenis-jenis tumbuhan akuatik dan semi akuatik, dan jarak pemencaran pendek.
Ø  Gunung Es atau Gumpalan Es. Es yang mengapung ke arah hilir di sungai-sungai atau hanyut ke danau memilki peranan penting sebagai pengangkut benih yang tidak dapat mengapung. Sebagai contoh Puccinellia phryganodes.Selain pemencaran dapat dilakukan oleh air tidak semua hal tersebut dapat dilakukan dikarenakan adanya penghambat jalannya pemencaran, antara lain tidak tersedianya air yang cukup, setiap rintangan penghalang gerak air, pembekuan yang terjadi hingga dasar air, samudera yang luas bagi benih yang tidak dapat mengapung dan hidup lama, begitupula pengaruh iklim yang berbeda sehingga tidak sesuai untuk menetapkan tumbuhan yang ditransportasikan.
Contoh penyebaran tanaman oleh air adalah spora ganggang, spora terdiri dari zoospora dan aplanospora. Zoospora memiliki bulu getar yang dapat bergerak bebas dalam air untuk berpindah tempat,kemudian tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Selain spora beberapa contoh tanaman lainnya yaitu kelapa (Cocos nucifera), nyamplung (Calophylum sp.), eceng gondok, teratai, dan bakau.

c.       Pemencaran dengan Bantuan Manusia (Antropokori)
Manusia secara sengaja atau tidak sengaja dapat memencarkan alat perkembangbiakan tumbuhan. Manusia merupakan penyebab perubahan vegetasi yang paling aktif, termasuk pemencaran tumbuhan. Apalagi di jaman modern. Dengan perjalanan di dunia dalam jumlah yang kian lama semakin besar dan dengan kecepatan dan kemudahan yang terus-menerus meningkat, manusia selalu mengangkut benih tumbuhan baik sengaja maupun tidak diketahui. Sebagai contoh manusia secara sengaja mendatangkan kina dari Amerika Selatan, kopi dan kelapa sawit dari Afrika ke Indonesia. Secara tidak sengaja, manusia memakan buah yang bijinya tidak tercerna dan dikeluarkan bersama kotoran, dapat pula biji rumput-rumputan yang menempel pada baju/celana. Akibatnya, hanya sedikit tempat di bumi ini yang vegetasi dan flora penyusunnyatidak menunjukan adanya bekas campur tangan manusia.
Pada waktunya tanda-tanda adanya campur tangan manusia akan semakin hilang, namun campur tangan ini sudah semakin luas dan mengaburkan tumbuhan-tumbuhan endemic disuatu daerah dan semakin mengaburkan daerah asal tumbuhan.

D.    FAKTOR PENGHALANG PEMENCARAN PADA TUMBUHAN
Jika kita membayangkan bahwa pada banyak jenis tumbuhan berbunga, seperti misalnya sisymbrium Sophia dan Amaranthus retroflexus, satu batang tumbuhan dapat menghasilkan sejuta biji atau lebih dalam satu musim panas, dan bahwa beberapa jenis tumbuhan spora, seperti “jamur kelentos raksasa“ (Lycoperdon “Calvatia“ giganteum) dapat menghasilkan berjuta spora, namun tidak adasatupun yang memenuhi bumi.
Maka jelas bahwa hanya satu bagian yang sangat kecil dari benih tumbuhan yang dapat memenuhi atau benar-benar mencapai target. Untuk mewujudkan potensialnya yang penuh, suatu alat perkembangbiakan (calon tumbuhan baru) harus berkembang menjadi tumbuhan dewasa, yang pada pada waktunya mengadakan perkembangbiakan. Jumlah kematian yang menakjubkan disebabkan adanya kegiatan berbagai macam penghalang, baik terhadap pemencaran maupun terhadap kemampuan untuk mempertahankan diri yang sesungguhnya. Penghalang-penghalang tersebut dapat dibedakan dalam empat tipe utama :
1.      Fisiografi
Fisiografi merupakan penghalang yang disebabkan oleh sifat permukaan bumi. Salah satu contoh yang paling jelas adalah wilayah perairan yang samgat luas untuk tumbuhan darat. Dan tumbuhan permukaan air adalah daratan yang sangat luas. Penghalang fisiografik lain dapat berupa gunung-gunung, baik yang berwujud rintangan langsung yang bersifat mekanik maupun tidak langsung dengan mengubah keadaan iklim dan sejenisnya seperti suhu udara dan angin. Banyak angin setempat ditumbuhkan oleh kombinasi factor-faktor fisiografi dan iklim yang merupakan penghalang nyata bagi pemencaran ke suatu arah, tetapi factor tersebut juga dapat membantu di lain arah.

2.      Iklim
Iklim dapat mencakup suhu yang berbeda-beda, kelembaban, cahaya, dan keadaan lain. Ketergantungan yang erat antara tumbuhan dan kondisi iklim  mengakibatkan lingkungan vegetasi dan iklim cenderung menunjukan kesamaan satu dengan yang lain, dimana iklim dapat menentukan batas-batas umum suatu persebaran tumbuhan. Perubahan iklim yang besar merupakan pnghalang yang benar-benar tak dapat diatasi bagi tumbuhan yang baru mengalami migrasi. Berikutnya, setiap keadaan termasuk juga tenggang waktu, yang terbukti dapat menjadi factor utama  penyebab kematian paada benih.

3.      Tanah
Kondisi tanah yang berupa kombinasi maupun terpisah-pisah menyebabkan wilayah persebaran tumbuhan menjadi terbatas. Hal ini dapat berupa faktor-faktor tanah yang berbeda-beda, antara lain berupa faktor edafik yaitu termasuk dalam struktur fisik, komposisi kimia, kandungan lengas, keadaan suhu, dan termasuk kandungan-kandungan organisme-organisme hidup, yang masing-masing dapat mencegah suatu benih untuk menetap di daerah baru, walaupun demikian perkecambahan dapat terlaksana dengan baik.

4.      Makhluk hidup (termasuk tumbuhan lain)
Persaingan untuk mendapatkan ruangan, cahaya, air, dan lainnya dengan tumbuhan lain yang sudah menetap di suatu daerah dan telah tumbuh dalam keseimbangan yang cukup baik dengan kondisi setempat, juga besar kemungkinannya menjadi penghalang yang tak teratasi bagi pendatang baru untuk menetap di suatu tempat, seperti penyenggutan atau gangguan lain oleh hewan dan manusia. Akibatnya, migrasi yang tersebar luas menjadi sangat terbatas pada tempat-tempat yang sedikit banyak dalam keadaan terbuka (belum dihuni) saja, seperti pada tebing-tebing pasir, lahan-lahan yang terganggu, dimana penghalang baru akan memainkan peranannya. Jika hal tersebut tidak terjadi, maka jelas bahwa setiap jengkal tanah atau seleret sinar akan dimanfaatkan, karena memperjuangkan eksistensi merupakan suatu hal yang sangat nyata, terutama terjadi antara organisme di tempat-tempat dengan kondisi kehidupan yang lebih baik dengan faktor-faktor fisik lingkungan di tempat-tempat yang kondisinya buruk.


BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN
Berdasarkan uraian tentang migrasi dan pemencaran tumbuhan dalam makalah di atas maka dapat kita simpulkan bahwasannya migrasi dan tumbuhan adalah dua hal yang berbeda tapi saling berkaitan satu sama lain. Migrasi tumbuhan dilakukakn melalui pemencaran dari tumbuhan itu sendiri dan dikatakan bermigrasi apabila tumbuhan yang melakukan pemencaran telah tumbuh dan menetap ditempat dimana tumbuhan itu berhenti dari pemencarannya.
Pemencaran tumbuhan merupakan salah satu upaya atau cara yang dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri maupun adanya faktor luar yang mampu mengembangbiakan dan mampu melestarikan suatu jenis tumbuhan tertentu. Adanya pemencaran tumbuhan di bumi menyebabkan distribusi atau agihan  dapat terleksana dengan merata. Peran serta lingkungan sekitar tumbuhan hidup juga mempengaruhi tingkat pemencaran suatu tumbuhan. Sebagai contoh adanya penghalang-penghalang yang berupa perbedaan iklim antara tempat yang satu dengan tempat yang lain akan menyulitkan proses pemencaran. Di dalam proses pemencaran itu sendiri terdapat keanekaragaman model pemencaran, yang keseluruhanya memilki kekhasan masing-masing. Dari kekhasan itulah model pemencaran antara jenis yang satu dengan yang lain dapat teridentifikasi.

B.   SARAN
Harapan penulis, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Dengan membaca dan mempelajari isi makalah ini, diharapkan pengetahuan pembaca tentang migrasi dan pemencaran tumbuhan dimuka bumi ini dapat bertambah, serta mengerti tentang pola-pola persebaran tumbuhan dan pengaruhnya terhadap keseimbangan dan keberlangsungan sebuah ekosistem.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini belum sempurna dan masih banyak terdapat kekurangan, untuk itu kritik dan saran  yang sifatnya membangun sangat diharapkan demi perbaikan penulisan yang akan datang.

beri makan ikan Aku